Senin, 29 April 2013

DIBAWAH TANGAN KAPITALIS











“….Pemerintah berkoar-koar mengenai dana BOS dan sekolah gratis 9 tahun, tapi masih diwajibkan  bayar seragam dari pihak sekolah, pelayanan administrasi yang berbelit-belit, fasilitas bangunan yang tidak memadai, masih tingginya tingkat kemiskinan dan putus sekolah..beginikah potret pendidikan kita saat ini…???”


Jika kita menengok film laskar pelangi ,perhatian kita tertuju pada suramnya fasilitas pendidikan dan buruknya nasib guru.Mungkin secara tak langsung , cuplikan film tersebut seakan menohok kita,betapa masih banyaknya adegan-adegan tersebut yang masih ‘berseliweran’ di sekitar kita. Seakan pendidikan kita saat ini dengan mudahnya ‘dibeli’, sementara mereka yang tidak berpunya hanya bisa menelan ludah memimpikan indahnya mengecap pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi dengan fasilitas yang memadai.

Sajak  RUU PT  yang gaungnya masih terngiang panas ditelinga kita, merupakan bukti nyata bahwa kaum kapitalis sudah tidak malu lagi mengeluarkan taringnya. Pendidikan kita terjebak dalam komersialisasi .Mungkin pertanyaannya, Apa Kabar pasal 26 (1)UDD 45? Mungkin kitab pamungkas itu sudah mereka kunci rapat didalam gudang dan membiarkan ayat-ayatnya berdebu dan dimakan rayap .Pancasila pun kini hanya tinggal’nama’.

Yah, Kita tidak bisa memungkiri. Nasib pendidikan kita berada dibawah tangan mereka.Tangan-tangan sang kapitalis. Liberalisasi  pendidikan  menyebabkan pemerintah mengurangi campur  tangan atas kebijakan institusi pendidikan,sehingga institusi pendidikan akhirnya harus mencari dana yang didapat dari pihak swasta atau asing . Maka tak mengherankan apabila para sang kapitalis menguasai pendidikan dengan biaya yang melambung tinggi sehingga rakyat kecil getar-getir mengecap nikmatnya bangku sekolah yang tinggi.
Praktik Neoliberalisasi tidak hanya menyentuh sendi pendidikan kita, tapi telah menggerayangi tanah bumi pertiwi kita. 

Neoliberalisme sebenarnya kisah klasik yang terus ‘memboncengi’ Indonesia, praktiknya sudah wara-wiri sejak jaman penjajahan dibawah masa Raffles tahun 1811, dimana pada saat itu peraturan mengenai penanaman modal pihak swasta di Indonesia sudah mulai dijalankan .Pada saat itu pemilik modal swasta hanya boleh menguasai lahan maksimal 45 tahun. Hingga di masa Susilo Bambang Yudhoyono (UU 25/2007) pemilik modal diperbolehkan menguasai lahan selama 95 tahun. Teritorial Indonesia (tanah dan laut) telah dibagi dalam bentuk KK Migas, KK Pertambangan, HGU Perkebunan, dan HPH Hutan. Total 175 juta hektar (93% luas daratan Indonesia) milik pemodal swasta/asing.

Ditambah lagi, sejak orde baru, roda pemerintahan  dikendalikan oleh 400-an keluarga yang menguasai ribuan perusahaan. Mereka mendapat monopoli kredit murah, perlindungan tarif, kuota, dan sebagainya. Semua itu karena mereka memberi upeti kepada penguasa.. Maka tak mengherankan bila perusahaan asing bebas berinvestasi dengan proteksi nasional demi mengejar kepentingan dan keuntungan diberbagai sector. Akibatnya ,rakyat makin dihadapkan pada ‘ujung-ujungnya duit’. Rakyat masih harus tarik nafas bila ingin sekolah, berobat ke rumah sakit, dsb
 
Penyelewengan nilai-nilai luhur pancasila seakan begitu sempurna dengan berbagai praktik neoliberalisme yang bercokol didalamnya. Sampai kapan pun kita tidak akan mendapatkan sebuah jalan keluar ,bila kaum  penguasa kapitalis masih tutup telinga dan ongkang-ongkang kaki diatas closet anggaran bermilyar-milyar.
Sampai kapan pun juga, kita tidak akan merasakan nikmatnya sekolah tinggi dan kekayaan bumi pertiwi , bila hanya satu atau segelintir orang saja yang berorasi meneriakkan kehancuran hingga urat lehernya terputus,bila kaum jelata masih hanya terus meratap dan berpangku tangan dengan tatapan kosong tanpa tahu hal apa yang harus mereka lakukan untuk membalikkan nasib……..


Minggu, 13 Januari 2013

NAIF Concert

HOLA! Ini adalah postingan pertama saya di tahun 2013!
Disini saya ingin flashback dan sekedar berbagi tentang kenang-kenangan saya yang gak bakal saya lupakan di tahun 2012 [ haha,penting banget ga sih? =,= ]
yuk,cekidoooott~

10 November 2012  ..
NAIF! Akhirnya saya bisa nonton konser band favorit sayaa .!!
Awalnya sangat dadakan dan penuh kenekatan. Kenapa? Karena saya baru kali ini nonton konser dan baru tahu semalam sebelumnya. Mulanya saya ragu bakal nonton atau tidak, karena sangat tidak akan mungkin mama saya mengizinkan saya. Oke, untuk hari ini Tuhan..Maafkan saya telah berbohong kepada Mama T__T . Dengan berbagai alasan, saya langsung ngibrit dari rumah dari siang, karena saya harus mengikuti rapat dulu dikampus [ rajin banget ga sih datang dikampus saat weekend? ]
Awalnya ,Saya janjian untuk nonton konser bersama-sama dengan teman dan senior kampus, namun karena ada yang membatalkan untuk ikut jadi saya hanya ditemani oleh dua orang kawan senior kampus Kebayang tidak?Untuk pertama kalinya saya nonton konser bersama dua cowok , DUA cowok di saat yang bersamaan di malam minggu! haha.. [oke, lupakan tentang dengan siapa saya di malam itu ]
Di tiket, konser NAIF  akan dimulai pada pukul 19.30. Tapi ternyata eh tenryata, saya harus menunggu sampai jam 11 malam. perasaaan saya mulai kocar -kacir, mengingat mama yang super duper over protektif yang sedari tadi menghubungi saya .Mungkin karena melihat kegelisahan saya, senior yang duduk disamping mencoba untuk menenangkan saya, " hubungi macemu mu, bilang jam berapa kau pulang biar nda khawatir tunggu ko". Dengan muka yang agak meringis ,saya mengangguk dan langsung mengirim sms kepada mama. Fyiuh,akhirnya saya lega. setidaknya beliau tidak membalas dengan nada kemarahan dan curiga.
Sebelum akhirnya David,dkk tampil di panggung, ada penampilan dua band grup indie Makassar. Yah, cukup menghibur saya yang sudah cukup suntuk dan gregetan menunggu NAIF yang belum tampil juga.

Daaaaan.. Teng! Jam 11. David yang tampak dengan kaos putih langsung menggebrak panggung dengan lagu  'cuek'nya. Saya yang sudah kepalang girang langsung joget-joget retro ! Haha sebodo teuing dah sama senior saya yang cuma duduk kalem disamping saya. Entah menertawakan saya dalam hati atau emang lagi sakit gigi dan malaes gerak. Wong, ini konser toh , haha sah-sah aja kan menurut saya. wkwkw.Malam itu NAIF membawakan beberapa lagu  dari album Planet Cinta, Televisi, Let's Go, Retropolis dan Tiik Cerah. Diantaranya ada Karena Kamu Cuma Satu ( ihiy >,<) , Air dan Api, Dia adalah pusaka sejuta umat manusia yang ada di seluruh dunia, Pikinik 72, Mobil balap, Curi-curi pandang, Benci Untuk Mencinta, dan lagu hits lainnya.

Lapangan basket Karebosi cukup diguncang oleh NAIF yang [sebenarnya ga rela ] cuma tampil satu jam-an. Tapi yang jelas, SAYA SENEEEEEEEENG BANGEEEET!!.  Ga peduli badan saya lengket karena keringetan, Ga peduli muka saya minyakan dan awut-awutan,ga peduli saya teriak-teriak norak pas david buka baju, ga peduli saya joget-joget ga jelas, ga peduli si senior yang [ mungkin] menertawai kenorakan saya. Yang jelas saya seneng banget malam itu.
Meskipun keinginan untuk foto bareng naif di backstage ga kesampaian, yang penting saya cukup puas dengan penampilannya .
10-11-12, tanggal cantik yang ga bakal saya lupakan, malam yang akan selalu saya ingat ! :)



 [ i'm with stage background]

[ I'm in the crowded of NAIF Concert ]

Minggu, 11 November 2012

Aku,Hujan dan November





Kali ini aku pulang sendiri (lagi)
Setiap hari..
Tapi kali ini beda, hujan sore hari telah membasahi pikiranku
Mungkin juga hatiku..

Aku hanya duduk termangu menatap rembesan titik air yang berembun di kaca angkot yang tadi kutumpangi..

Aku Kosong..

Entah aku di atmosfer planet apa, sehingga aku diteriaki penjual gorengan karena aku lupa mengambil uang kembalian.
Apakah yang sedari tadi kupikirkan?
Aku tak sengaja menginjak lubang air yang becek tergenang air.
Aku melangkah dengan ringan..
Sangat ringan..
Sebentar lagi kosong ,tak ada berat..
Aku ingat sekarang,
Hujan mengingatkanku bahwa sepanjang jalan ini pernah ada bayangan kita.
Ah tidak,maksudku bayanganmu..
Yah bayanganmu..
Aku ingin hujan deras turun.
Sangat deras..
Agar segala bayanganmu di setiap ruas jalan yang kulewati tidak ada lagi
Tidak akan ada lagi..

(Makassar, 4 November 2012)




Minggu, 28 Oktober 2012

Tanpamu

Aku baru saja tiba didanau kita.
Namun sejenak aku sadar
Ada yang kurang, sayang.
Aku pergi sendiri dengan kakiku.
Biasanya diakhir pekan, kita akan mendayung perahu ini bersama hingga tepian danau dan menikmati jingga berdua
Kini aku mendayungnya sendiri hingga tepian tanpamu
Hebat bukan?
Biasanya aku lelah di tengah hingga terengah, hingga hanya dirimu yang meneruskannya dan membiarkanku 
duduk selonjoran sembari memercikkan air diwajahmu dengan gaya menggoda.
Kini, ku tiba ditepian
Ternyata danau ini cukup luas untuk aku seberangi seorang diri.
Kau tahu sayang?
Aku cukup hebat tanpamu..




Kamis, 27 September 2012

Selamat Malam Arya..

Waktu telah menunjukkan pukul 2 dini hari. Jarum panjangnya bergerak menuju angka tiga.
Aku masih terpekur disini, dihadapan laptop dengan wajah masam dan rambut singa ala jingle iklan shampo merk terkenal
Jariku terus menari, namun otakku tidak. Ideku mandeg. Tugas kuliah ini belum kunjung selesai. Ataukah memang akunya yang tidak paham dengan tugas ini.
Aku menggerutu, seandainya aku mengerjakannya kemarin,sejak tugas ini diberikan.
Ahh..aku gusar sendiri

Tiba-tiba perutku menggelitik. Mau dikitik dengan isi kulkas sepertinya. Saat kutengok .Melompong. Maklum tanggal tua. Aku melirik isi dapur. Hanya ada sebungkus mie instant yang menyembul disana. Segera aku menyalakan kompor dan merebus air.

Uap panas dari mangkok menyembul ke wajahku. facial sederhana seperti ini jadinya.bedanya setelah ini,jerawatku tidak dipencet.
Dengan lahap aku menghabiskan mie instant terakhirku pada penghujung bulan ini.Makanan setia dikala lapar dan jam-jam seperti sekarang.

Aku menyalakan televisi, tidak ada yang menarik. Jam segini siapa juga yang menonton. Ibu-ibu sudah mengorok dikasur dan memimpikan tokoh-tokoh favorit sinetron kesayangannya.
Kulirik jam dinding diatasku, sudah hampir menunjukkan pukul tiga dan tugasku tak kunjung selesai.
Sebenarnya sederhana, tinggal cari di mesin pencari internet. Tak tik tuk ,tugas akan kelar dengan sekejap mata.
Namun,itu bukan gayaku. Aku ingin tulisanku berversi.Memiliki gaya sendiri. Hingga pada saatnya dosen membaca tugasku, tulisan yang ada adalah orisinil. Murni dan khas hasil pekerjaanku.
Yah,aku memang mencari beberapa artikel di internet sebagai sumber, namun itu tidak mutlak mentah ku ambil bulat-bulat. Aku bukan plagiat maniak. Bukannya membanggakan diri dengan mengatakan tidak untuk plagiat, tetapi sederhana saja. Coba bayangkan tugas yang kau kerjakan susah payah,namun temanmu dengan entengnya menirunya dengan sama persis?bahkan tanpa seizinmu?Menjengelkan bukan?

Hoahmm..sepertinya aku mulai mengantuk. Aku merebahkan diri dengan tubuh terlentang dengan kaki yang sedikit terjengkang. Agar urat-urat saraf dan ototku merenggang
kulirik handphoneku yang tergeletak disampingku. Daritadi tak ada getaran. Artinya tak ada kabar dan tak ada ucapan selamat tidur. Seketika pikiranku teringat tentangnya..Tentang Arya.

" Aku pergi ke Bandung untuk seminggu ke depan. Ada turnamen basket disana, lumayan hadiahnya besar. Kalau menang,aku juga turut membanggakan kampus kita kan?begitu pun juga dengan dirimu...jaga diri baik-baik.aku akan pulang membawa piala. tidak akan lama...", itu kata-kata terakhirnya saat pamit di bandara.

Aku biasa saja, tidak menangis sesenggukan dan berakhir dengan pelukan seperti layaknya cewek-cewek layar kaca dengan adegan yang mungkin mirip sama.Aku terbiasa mandiri tanpanya.Lagipula ia tidak pergi jauh,meski aku tahu aku pasti akan merindukannya

Namun lima hari berlalu,ia tidak ada kabar sekali pun. Terakhir kali,ia hanya memberikan pesan singkat hanya untuk mengabarkan ia telah sampai disana.Cuma itu.Singkat sekali, ia hanya mengatakan " udh sampai nih.." , dan setelahnya tidak ada balasan rentetan.
Padahal tadi,aku sempat mendapatinya meng-upload foto jalan-jalannnya di kawasan Dago bersama teman-teman se klub nya.
Agak perih, rupanya memamer kebahagian dengan facebook jauh lebih berharga dibanding membaginya denganku.Aku mencoba berpikir positif. Mungkin ia butuh waktu sendiri untuk bersenang-senang. Aku tak berani meng-SMS nya duluan, takut menganggu dan memecah konsentrasinya untuk pertandingannya.
Aku kalau sudah meng-SMS, kata-kataku tidak ketulungan. Aku tipe orang yang kurang suka dengan sms yang teramat singkat, hanya dengan " oh.." " iya.." "hmm,.."."yaudah, aku makan ".
Aku suka menyerbunya dengan kalimat perhatian, manis namun tidak berlebihan dengan selipan candaan yang nakal. Arya sangat suka dibegitu kan  Namun sepertinya saat ini, dia sedang tidak ingin menginginkannya.
Tidak mengapa, yang jelas tinggal beberapa hari ia akan segera pulang.

Ahhhhh..aku meregangkan otot punggungku.Mencoba rileks dan melanjutkan tugasku yang bersisa selembar lagi..
jariku mulai menari...
Nafasku menghela panjang.
"Selamat Malam Arya ..",




Diammu Benciku

Yah, seperti ini.
bisu dan saling memunggungi
Tak ada kata, tak ada sapa..
Kau dijalanmu, Aku dijalanku
menapaki jalan yang  berbeda
Berlawanan arah

Aku tahu kau masih disana
Kamu pun tahu aku masih disini
mungkin kita bertemu dalam pikiran
menyadari bahwa kesepian ini saling mencumbu
namun tidak dengan  hatiku

Aku benci diammu..
Kau sesungguhnya dalam kepura-puraan
atau memang tiada peduli
membeku dan menungguku  mencairkannya?
Tidak..Aku benci itu
Sekali lagi,aku bukan pelayan hatimu

Mungkin lebih baik begini
Berjalan sendiri-sendiri
Tanpaku
dan ...
Tanpamu..
Biar kamu mengerti apa artinya "kehilangan..."







Senin, 24 September 2012

TITIK (tanpa) KOMA




Ketika titik memunculkan tanda tanya
dan kata yang terpendam. diam.
 hanya ada dentingan nafas yang memantul pada tembok berpucatkan pasi. senyap.
 Debar jantung melebur sepi
 dan deru nafas kian menggigit, memori itu kembali merayap seperti laba-laba yg menari di sudut langit-langit.
 Kita larut dalam kubangan kenangan. Bersama bayang masa silam. Seseorang yang datang dari masa lalu.
 Pilu . sepertinya perasaan ini khas. Aku masih ingat bayangan dirimu yg perlahan bergerak..makin jauh..dan hilang.
Lebur bersama desau angin. yang tertinggal hanya jejak kenangan. Luruh.
 dan tiba-tiba kau memintaku untuk memungutnya lagi, sejumput kenangan yg tak ingin aku ingat lagi.
Arghh...
 Namun bayangmu datang lagi
Mencumbu ruang pikiranku ,menggigit memori masa lalu yang lambat laun muncul satu per satu..
Sepeda ontel dan senyummu disaat jingga terakhir waktu itu masih terekam jelas..
sangat jelas..
Hingga hatiku tertegun
Ada bisikan disana
Aku tak tahu pasti gaungnya,
Namun yang sempat terdengar hanya
"yah..aku masih mecintaimu "

Ya, kata itu yang selalu kau ucapkan. Setelah berkali-kali kau pergi. Dan kembali lagi. Ya, berkali-kali.
 Hingga tak habis malam mencumbu bayangmu.
 Bisakah sejenak saja? Aku lelah 
Apalah artinya cinta pada bayangan
Enyah saja!
Aku ingin belajar menjadi sepi. Tanpa bayang dan ilusi.
 Biarkan aku disini
Berkawan malam berpagut pada waktu 
Dengan titik tanpa koma





Sabtu, 22 September 2012

Makassar Maghrib...

     Jam menunjukkan pukul lima lewat empat puluh lima, hiruk pikuk kendaraan makin padat. Kendaraan roda dua makin menyusup jalan diantara truk, mobil dan puluhan angkutan umum.Kendaraan roda empat pun tak mau kalah, saling beradu klakson bagi kendaraan apa saja yang menghalangi jalannya.

     Penuh peluh dan kebosanan..Yah,seperti itu lah. Semuanya ingin cepat pulang merebahkan kepenatan akan aktivitas yang cukup memeras badan hari ini.
Aku berdiri di sisi jalan menunggu angkutan umum yang ingin kutumpangi menuju pulang. Aku segera melambaikan tangan ketika pete-pete dengan aksen biru muda dan pink yang sudah muncul di ambang jalan.
Aku melihat sekilas penumpang didalamnya, yah..cukup penuh. Namun ,masih bisa menyempitkan diri diantara sesakan macam-macam keringat . Mau diapa lagi, waktu sudah maghrib.Aku ingin cepat pulang.. pamali katanya kalau maghrib belum ada dirumah. Tiba-tiba aku teringat pada masa kecilku, ketika aku sedang girangnya  bermain dengan anak tetangga dan sejenak saja langsung disuruh pulang ke rumah. Tak jarang mendapat omelan ,karena keasyikan lupa waktu tatkala sore sudah mulai gelap.

       Aku memperbaiki posisi dudukku diantara himpitan para penumpang-penumpang lain. Iseng saja, aku mulai memperhatikan gerak -gerik dan penampilan mereka. Yang duduk di hadapanku, seorang wanita. Tampaknya pegawai bank atau karyawati swasta. Kelihatan dari busana seragam biru tuanya yang dipadu padankan dengan rok mini hitam. Mukanya tampak lelah ,meski polesan make up dan sanggulan rambutnya masih tertata dengan baik. Dia masih mending, daripada lelaki yang duduk paling sudut belakang. Saking kelelahannya,ia tertidur dengan pulas dengan ganjalan lengan kirinya sebagai sanggahan kepalanya. Dari penampilannya tampaknya seorang mahasiswa, seperti ku. Mungkin dua tingkat di atasku. Ibu-ibu berbaju dinas yang duduk disampingku tak kalah capeknya , dua kantong putih besar berisi belanjaan ia genggam di depannya. Ia pasti sangat kelelahan, selain menjadi pegawai negeri sipil ia juga merupakan seorang ibu rumah tangga. Bisa ku tebak dari isi belanjaannya yang merupakan produk-produk khas kebutuhan rumah tangga, sebut saja susu instan , bumbu penyedap ,minyak goreng dan lain sebagainya dan seterusnya.

    Tak jauh beda dengan anak SMA yang berada disamping kiri ku, tangan kirinya memegang tumpukan dua buku pelajaran diatas pahanya sedangkan tangan kanannya sibuk memijit tombol hape. Sepertinya dia sedang asyik BBMan . Dibalik kelelahannya ia menyibukkan diri dengan bergadget ria,walau dari tampilannya begitu kucel dan kusut. Rambut panjangnya tampak lepek dan berbau keringat. Semuanya gerah ,letih dan dilanda kebosanan. Tidak ada semburat wajah ceria dan kegembiraan. Lesu dan tidak bersemengat.

      Supir pete-pete rupanya tak kalah lelahnya. Ia mengemudi  lebih ngebut dan ketika melihat calon penumpang lain yang melambaikan tangan ,ia langsung mengerem sehingga badan kami, para penumpang , refleks melayang  ke depan.Untung tanganku memegang erat di sisi jok panjang .
Supir pete -pete pun tampaknya ingin juga cepat pulang ke rumah, memberikan sejumput uang receh hasil narik nya hari ini kepada anak istrinya yang sedang kelaparan (mungkin) dan menunggunya di rumah. Tak jarang jika kesabaran mereka hilang, mereka akan membunyikan klakson panjang dengan bunyi yang menurutku  aneh,jika kendaraan yang didepannya tidak maju-maju  atau bahkan meneriakinya  dengan sumpah serapah dengan bahasa yang kurang ku mengerti.

      Ahh..sedari tadi aku hanya memperhatikan orang-orang. Lihat saja diriku ini..Mukaku tampak berminyak dan lesu. Aku cuek saja,  jam segini untuk siapa aku berdandan?toh sampai dirumah akan langsung mandi dan menuntaskan peluh keringat yang menempel lekat di badan. Sungguh tak enak. Badanku serasa ingin rontok. Jadwal kuliah dari pagi sampai sore ditambah embel-embel kegiatan kampus cukup meletihkan badanku, setidaknya kepadatan jadwalku itu telah cukup menyita pikiranku ,sehingga tidak ada ruang lagi untuk memikirkan si dia. Okelah si dia lagi ,seandainya saja ia sudi mengantarku pulang.  Aku mengerti, ia mungkin sedang tak bisa mengantarku pulang seperti biasanya.Ahh sial, dalam suasana begini aku malah mengingatnya lagi.


       Suasana maghrib cukup padat. Hari kian gelap. Lampu-lampu jalan mulai berpendar temaram. Kendaraan mulai hilir mudik menyesaki jalanan yang kian padat. Warung-warung di pinggir jalan ada yang mulai menutup gulungan terpalnya ada pula yang baru buka dan menyalakan lampu kecilnya.Alunan lagu yang diputar sopir pete-pete makin dalam dan syahdu. Makin petang makin lawas nan melayu.
Yah,suasana ini cukup ku menikmati ..Makassar Maghrib..
Aku ingin segera tiba di rumah!


.

Sabtu, 02 Juni 2012

Tetes-Tetes Hujan...

Lampu  jalan masih memendar cahaya khas yang sayu ,kala kulihat dari bilik kamar..
Sepi dan Dingin..
Suasana diluar masih lembap,kala hujan telah tumpah ruah memberikan nikmat pada tanah yang haus..

Sementara aku masih menghitung,detik demi detik dari jarum jam yang terus menggelitik dinding kamarku..
Tik..Tik..Tik...
Seperti nada tetes hujan yang kini masih menempel di kaca jendela..
Seolah membawaku pada masa lalu, membawaku pada titik pertanyaan yang berbisik dalam hati
Perasaanku langsung terenyuh..Sepertinya sakit ini khas..
Tetes-tetes hujan mengingatkanku pada sesuatu..
Entah..
Aku berpikir keras mengingatnya,namun nihil..

Cahaya lampu jalan yang khas masih berpendar ..
Bau lembap dan hawa dingin masih jelas terasa hingga rusuk 
Suasana ini terbawa pada perasaan masa lalu,
Saat tetes -tetes hujan ini  terasa pilu..

Tetes-tetes hujan yang menempel dikaca jendela..
mengingatkanku pada kerinduan dan penantian ..
Tiap titik tetesannya seolah  berbicara, tak usah kau nanti
Ia terlalu semu untuk kembali

Yah, Tetes-tetes hujan itu berbicara...
bahwa aku sendiri disini.......







"Tiada guna merindukan yang telah hilang..Ia terlalu semu untuk kembali "




 

Meuthia's World Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger