Tampilkan postingan dengan label catatan meuthia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan meuthia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Agustus 2016

Kembali Bersekolah (1)

Setahun jeda lulus dari dunia perkuliahan, betul betul menguras perasaan, sisanya energi yang dikeluarkan saat masih hangat hangat tai ayam mencari lowongan pekerjaan, menyambut job fair dengan semangat, dan dua bulan yang terasa melelahkan saat memilih pekerjaan yang 'salah'. Salah bukan berada pada pekerjaan itu sebenarnya, saat itu saya sadar bahwa bekerja bukan passion saya, bukan dari dasar kemauan saya yang paling dalam.  Yah kembali ke kalimat awal tadi, pilihan saya bekerja waktu itu karena efek dari" menguras perasaan ". Mengapa? karena begitu banyak pertanyaan berbungkus sindirian pasca saya wisuda, "sudah kerja dimana?"  "eh, sekarang si Ini sudah kerja di perusahaan itu loh, katanya gajinya cukup besar"  dan beberapa versi pertanyaan atau ungkapan lainnya yang intinya tetap sama, yang membuat saya tergerak ingin cepat bekerja kala itu.Disamping peran saya sebagai anak yang tertua, hingga mendorong saya ingin segera mendapatkan pekerjaan.


Hal yang lebih parah, ujung-ujungnya bertanya kapan menikah? atau mungkin perlu saya capslook ya, KAPAN NIKAH? Oh Tuhan....,seperti pernikahan adalah jalan terakhir dan satu-satunya untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan saja bahkan mungkin pilihan terakhir saking tidak adanya pilihan yang ingin dipilih, kalau yang ini asumsi saya sih, karena ada beberapa orang yang hendak menamatkan sekolahnya hanya ingin menikah setelahnya (entah karena alasan besarnya uang panaik, gengsi, tuntutan bahkan memang budaya 'nikah setelah wisuda' yang mereka anggap seperti itu. Atau memang tagline "kapan nikah" hanya sebagai guyonan saja, basa basi belaka yang menguras perasaan :p Ya iya  menguras perasaaan kalau si penanya ini tidak tahu kondisi. Kalau jomblo atau pacarannya belum  matang untuk mengarah kesana? lha baper laaah. eh kok malah saya yang senewen dan baper sendiri ya? haha. 

Kembali ke topik. Kembali bersekolah. Saat saya memutuskan kembali bersekolah. Kebimbangan saya muncul lagi. S2 membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dalam artian, beban orangtua akan lebih banyak dan jauh memberatkan lagi. Bahkan memungkinkan saya akan hidup di tempat lain, di tempat yang benar- benar baru, dengan orang-orang baru, dan tentu saja saya mesti struggle sendirian. Apakah saya bisa? Mendaftar beasiswa juga akan menguras waktu lebih lama lagi dan belum tentu akan lulus juga. Oh pesimisnya saya.

Akhirnya dengan dorongan keluarga, akhirnya saya bisa meneruskan sekolah saya lagi. Kembali bersekolah lagi. Kembali merasakan sensasi perkuliahan yang masih teramat saya rindukan..................di almamater yang sama.

Ya, pilihan ini memunculkan pertanyaan lagi dari beberapa orang, termasuk dosen  yang terbilang sudah akrab (beliau adalah pembimbing skripsi saya). Beliau adalah salah satu orang yang cukup kecewa akan pilihan saya melanjutkan kuliah dengan tetap stay disini, dengan tidak mengambil resiko dan tantangan baru untuk kuliah di luar negeri, tidak seperti senior senior yang sudah terlebih dahulu menyebar ke belahan negara lain . Alasan saya waktu itu " nanti saja bu, nanti kalau sudah bersuami biar ada yang temani kesana ". Haha...sebenarnya alasan saya tidak mengada-ada sih, itu termasuk daftar impian saya. Hehe. (Mungkin nanti saya akan tulis khusus di part itu :p)

Well, aktifitas saya sekarang ini adalah mahasiswi baru pascasarjana Univeristas Hasanuddin , konsentrasi Gender dan Pembangunan. Pilihan saya ini juga cukup banyak menimbulkan reaksi dari beberapa orang. Cukup banyak malah, kalau saya ingat dan hitung baik-baik.

Nanti akan saya ceritakan di part berikutnya ya!

Hikmah postingan saya kali ini adalah : Hidup adalah jawaban dari roda pertanyaan yang terus berputar dan akan terus berlanjut dan berputar lagi, lagi dan lagi. Hahaha.Terima kasih yang sudah membaca!


Kamis, 05 Maret 2015

Feminisme yang tidak Feminis

Yeah mungkin terdengar rancu. tapi lebih kurangnya sedikit-menggambarkan-aku. Mungkin alis kalian agak sedikit bergerak naik ke atas dengan mimik muka bingung. Tapi biarkanlah aku sedikit bergurau untuk menjelaskannya

Well,entah mengapa diriku agak agresif dengan teori feminisme. Mungkin sejak kak gego ,dosen ku,mengajarkan teori ini dalam kelas dan aku tepatnya kala itu agak sedikit menggebu untuk tahu, yaa mungkin efek baru putus  dari pacarku dan menganggap betapa brengseknya laki-laki waktu itu. hehe .maafkan aku barisan para mantan, tapi secara tak sengaja aku bersyukur karena kalian aku tumbuh menjadi sedikit tangguh dan mandiri tanpa kalian.haha. 

 Atau mungkin saja aku tertarik sejak secara –tak-sengaja ibu ku sudah mencekoki diriku dengan hal-hal yang berbau gender sejak diriku masih berkeliaran dengan pakaian dalam. Saat itu yang kutahu ibuku wanita karir yg berangkat ke kantor saat aku baru bangun dan pulang saat aku sudah terlelap dengan susu botol.
Sejak aku duduk di bangku kuliah dan memilih studi ilmu hubungan internasional. Aku bersyukur bahwa studi yg aku pilih ini memiliki perhatiannya yg khusus dan penghargaannya yg tinggi terhadap masalah perempuan. Kecuali dosen pembimbingku  yg secara terang-terangan megutarakan ketidaksenangannya terhadap feminisme .”hari ini masih saja terlalu keperempuan-perempuanan.”begitu katanya.

Mungkin saja aku juga patut bersyukur kepada wanita-wanita amerika yg menyuarakan bahwa amerika pilih kasih dalam hak pilih pada pemilu dan  betapa terdiskriminasinya wanita negro . Sosok hebat yg tanpa mereka teori feminisme tak akan pernah ada. Dan tentunya kepada Kartini, Cut Nyak Dhien, Cut Meuthia, Dewi Sartika ,Christina Marta Tiahahu dan sederet pejuang wanita indonesia. Tanpa mereka wanita indonesia tidak melulu jadi benalu suami dan budak rumah yg mematikan langkah mereka untuk tahu bahwa di luar sana dunia butuh perempuan. Tidak hanya dirumah tetapi di sekolah , di rumahsakit, di kantor,  aatau kursi negara pun .

Yah aku bersyukur setidaknya hari ini perempuan-perempuan tumbuh menjadi sosok hebat  yang memiliki peran dwifungsi . Tidak hanya berperan merawat dan memelihara keluarga tetapi juga ikut berpikir bagaimana turut berperan dalam  sosial,politik,ekonomi dan budaya. Perempuan  tidak hanya menjadi roda pemimpin dalam rumah tangganya tetapi juga  mampu menjadi pemimpin dalam roda pemerintahan, setidaknya mampu memimpin dirinya sendiri
Tetapi tunggu dulu, betapa pun kesenangan dan ketertarikanku pada feminisme. Aku menolak dikatai feminis bahkan untuk menjadi seorang feminis sejati. Aku cukup sebatas sebagai penikmat. Bayangkanlah jika saja aku menjadi feminis :
-aku akan tidak punya anak. karena seorang feminis tidak akan menikah. yeah jika saja aku masuk dalam aliran feminis radikal
-hidupku akan berakhir menjadi seorang lesbian. yah, feminis radikal akan memiliki kecendrungan seperti itu
- seorang feminis tidak mau diperlakukan spesial oleh laki-laki dan hanya mengandalkan tangan dan kakinya seorang diri. but hey,  aku tidak ingin se-independent- begitu. terus terang biar bagaimana pun perempuan butuh laki-laki dan ingin diperlakukan spesial tentunya. tentu saja aku masih ingin :
-menikah dengan lelaki yg kucintai dan memiliki anak serta merawatnya
-aku ini sedikit gaptek tentu saja aku butuh laki-laki yang melek IT untuk memperbaiki laptopku yg rusak atau membantuku mengoperasikan program-programnnya
-aku tidak bisa memasang gantungan baju dibalik pintu , mengecat rumah, atau membetulkan pintu kamar yang macet. tentu saja aku butuh laki-laki yg bisa diandalkan dalam hal palu-memalu atau kasarnya dunia pertukangan
-aku tidak bisa memasang lampu jika tiba kalanya lampu mesti diganti dan akan panik jika pompa air dirumah tidak bisa menyala atau tiba-tiba mesin kendaraaanku mogok ditengah jalan . tentu saja aku butuh laki-laki yg tau mesin dan kebal listrik
-aku tentu saja ingin diperlakukan manis oleh laki-laki , dibukakan pintu mobil, dipersilahkan duduk jika tempat duduk di kelas atau di kendaraan umum sisa satu, mau membayar bon makanan di tempat makan, mengorbankan jaket atau jas  hujan meski dia harus kedinginan , mau mengantar pulang meski harus melewatkan tayangan sepakbola tim favoritnya dan tentunya kejutan manis dan romantis di hari spesial
-percayalah, aku tidak bisa mengangkat dan memasang galon dan tabung gas 3 kg

Jangan tertawa dulu, sederet daftar diatas bukan ajang persyaratan mencari jodoh. Tapi bisa dibayangkan jika betapa beratnya jika  hidup tanpa bantuan laki-laki. Betapa pun mandirinya seorang perempuan, pasti ada hal yang tidak bisa ia selesaikan sendiri dan mau tak mau harus meminta bantuan laki-laki. Yah, sudah kodrat perempuan . Bahwa sudah sepatutnya perempuan harus dilindungi dan dihargai oleh laki-laki. Melecehkan atau menyakiti perempuan sama saja dengan menyakiti dirinyaa sendiri . Bukankah tulang rusuk wanita tercipta dari  tulang rusuk laki-laki? :p

Sebaliknya pun begitu ,setangguh dan sejantan seorang laki-laki pun tidak dapat berdiri sendiri tanpa peran seorang perempuan . Bayangkan saja jika laki-laki harus hidup tanpa perempuan , maka :
-laki-laki akan selamanya hidup sendiri dan tidak menikah. Memangnya kuat hidup menjomblo seumur hidup? :p
-laki-laki tidak akan pernah bisa melahirkan
-laki-laki tidak akan pernah bisa menyusui
-Hidup mereka akan berakhir menjadi seorang gay.
-laki-laki tidak pandai memasak, mereka akan sulit membedakan mana ketumbar yang mana merica, atau yang mana jahe yang mana kunyit. kecuali mereka yang ditakdirkan dengan tangan ajaib yang bisa memasak [ lelaki yang punya keahlian seperti itu ,sangat seksi dimataku :p ]
-laki-laki akan menganggap urusan membersihkan rumah adalah hal yang remeh temeh
-laki-laki akan sulit memilih dan memakai pakaian yang sesuai untuk dipakai dalam kondisi atau acara-acara tertentu. Mungkin mereka akan memakai celana yang sama saat ke kantor dan saat harus menghadiri acara pernikahan
-laki-laki akan membiarkan pakaian kotor dan cucian piring menumpuk hingga segunung
-laki-laki akan hidup sengsara . 

Well, dari perbandingan diatas dapat dikatakan bahwa kesetaraan gender bukan berarti membuat jurang pemisah antara laki-laki dan perempuan tetapi bagaimana membedakan peran dan fungsi antara laki-laki dan perempuan. Antara perbedaan peran tersebut mereka akan saling bersinergi untuk mencapai tujuan yang sama. 

Aku bersyukur dilahirkan di dunia sebagai  seorang perempuan dan akan menjadi seorang ibu nantinya akan jauh lebih hebat. Lebih luar biasa lagi aku mampu memimpin diriku sendiri, memimpin keluarga dan memimpin negara . Dirbekatilah umur panjang perempuan !


Jumat, 21 Februari 2014

Kepada hujan yang mengajarkan tabah . . . .



___”Melepaskanmu, kita, apa pun yang menurut mereka cinta, lebih mudah daripada harus menyesal sepanjang Tuhan masih meniupkan hidup.”

Kira kira itu kalimat yang kupetik dari sebuah blog yang kubaca. Kalimat yang menutup tulisannya itu mampu membuatku terhenyak. Terpaku . Betapa  tiga ratus puluh hari sekian telah mengajarkan kita tabah. Meski harap dan cemas bagai dua mata pisau yang siap-siap membunuh kita di kemudian hari, kecuali takdir masih menyayangi kita.

Sabar dan menunggu bukanlah satu-satunya cara terbaik untuk mendapatkan jawaban, meski yang dapat kita lakukan hanyalah itu. Entah sampai kapan kita berdua cukup batu untuk bisa bertahan. Meski dalam diam, pikiran kita sama rapuhnya. Kita sama-sama takut.  Ya kan?

Kita memang tidak bisa kembali ke masa lalu untuk mengubahnya , sayang. Kita pula tidak bisa melawan masa depan untuk mencegahnya. Kita boleh saja patah tapi jangan sampai menyerah. Semoga Tuhan masih mendengar doa yang kita rapalkan kepada setiap langit malam pukul tiga. Aku memang masih bocah yang kapan saja bisa bertindak fatal, tapi aku tetaplah bocah yang masih berpikir bahwa keajaiban di negeri dongeng itu ada. entah itu akan terjadi kepada kita atau tidak, itu hanyalah perkara takdir. Iya, hanyalah kepada takdir kita bersandar dan berserah. Meski manusia macam aku bisa saja tamak dan menolak keburukan yang bakal terjadi jika takdir bahwasanya mengharuskan kita kembali lagi kepada sepasang asing.

Mungkin kita berdua hanya bisa berpikir waras melawan hari  dan berhati kukuh untuk bisa  tabah. Kita hanyalah bisa berusaha mengetuk hati tuhan lebih kencang agar bisa bermurah hati kepada kita.Merubah keadaan kembali ke 360 derajat dan menyambut kita sebagai sepasang merpati yang dimabuk cinta.  Kita memang sepasang keras kepala kan? maka duduk dan diam sajalah. Karena jalan pulang yang selalu kutuju adalah rumahmu, kita.  Jika memang melepaskanmu itu adalah sebuah keharusan , aku selalu berharap kamu akan selalu bermuara padaku. Seperti hujan yang mencintai bumi, begitu katanya—

_untuk kita yang keras kepala _

 

Selasa, 11 Februari 2014

Cerita tentang kita dan Payung Teduh . . .

Iya, kata orang musik adalah bahasa universal. menyampaikan makna melalui sebuah lirik, entah itu sedih, bahagia atau sebuah perlawanan kepada sesuatu. Berbicara musik , kau dan aku tak akan lupa bagaimana musik menyatukan kita pada suatu keakraban yang hangat. Lucu memang, mengingat bagaimana musik menccoba mengakrabi kita melalui perasaan.
Katakanlah cinta, Iya Cinta. Bagaimana kau mencoba membuat ku jatuh cinta dengan lagu-lagu payung teduh. Sarat makna dan syahdu. Aku ingat bagaimana mistisnya lirik itu saat menenggalami kita pada sebuah kerinduan yang mendalam pada salah satu liriknya" rindu ku berbuah lara..." atau pada lirik " sedikit cemas banyak rindunya... " .Atau bagaimana kau mencoba merayuku dengan salah satu lagunya ' Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan '. atau bagaimana Payung Teduh mencoba membuatku gelisah dengan ' resah'nya pada saat kita diam dan tidak saling berbicara,
entah aku memang sentimentil dan melankolis, tapi menurutku lirik-lirik payung teduh mencoba menggambarkan hubungan kita yang pasang surut, kadang suka kadang duka.
Aku masih ingat dan kadang terdengar lucu waktu saat kau mencoba menaklukan hatiku dengan mendapatkan cd album payung teduh plus tandatangan lengkap personelnya. Mungkin terkesan berlebihan tapi waktu itu kamu sangat bersikap manis .

Bahkan jika suatu saat salah satu dari kita pergi, payung teduh akan selalu menjadi soundtrack perjalanan kita, menjadi teman perjalanan yang akan selalu mengingatkanku pada dirimu, pada kita...
mungkin saja keteduhanmu dalam mencoba melengkapiku jauh lebih teduh dari sekedar lagu-lagu payung teduh. Tapi yang kutahu kita masih disini, duduk berdua saja seraya mendengarkan payung teduh dan hanyut dalam keteduhan yang sama . Iya ,hanya ada aku, akmu dan cerita kita tentang payung teduh



-untuk D yang telah mendengarkan musik keren ini padaku

 

Kamis, 29 Agustus 2013

Selamat Ulang Tahun HIMAHI

Oke. HIMAHI. Cukup lama otak saya menari-nari menemukan kata-kata yang cocok dengan kata kunci tersebut . Lama saya menatap layar monitor saya ,membaca berulang-ulang kali dan menghapus beberapa kalimat yang telah saya ketik kemudian mengetiknya lagi.

HIMAHI. Ya,Cuma terdiri dari 6 huruf. Yang terlintas dalam pikiran saya tentunya adalah sebuah rumah. Bangunan yang berataskan atap  dan terdiri dari bilik,pintu ,kamar-kamar dan beberapa ruang yang dihuni oleh sebuah keluarga. Tapi, makna  rumah dari kata HIMAHI sangat berbeda dari yang secara umum berada dalam gambaran pikiran orang-orang.

HIMAHI. Tak hanya berbicara ‘rumah’. Tak hanya sekedar orang-orang yang terlibat didalamnya. Ini berbicara ‘kebersamaan’ . Bukan kebersamaan yang terdengar klise dimana hanya ada sekumpulan orang-orang yang duduk bersama dan ber –haha-hihi tanpa makna.
 Ini berbicara kita ,K-i-t-a. Sebuah rumah  berupa ruangan sempit 3x3 yang selalu disesaki penghuninya.
Tak hanya sekedar, “ hai,spiji !”kemudian menunggu jawaban dari yang ditanya ,ditambah sedikit basa –basi,kemudian berlalu sambil melambaikan tangan.
Tapi ini berawal dari “hai,spiji ! “ kemudian menjadi cerita panjang dan akhirnya kembali lagi dengan “hai,spiji !Lamanya tidak ketemu di’ ,wah..masih begitu-begitu ji ko di’ ndada yang berubah.bagaimana kau sekarang dengan si anu?masih sama-sama ji? bagaimana kerjaanmu? masih bisnis itu ko? masih sering ko kontekan sama si anu? di Bandung mi katanya sekarang kudengar dari anak-anak .Masih kau ingat dulu ..bla..bla..bla “ 

Yah berawal dan berakhir ‘hai spiji’ yang beruntut panjang. Hanya dalam satu kalimat sapaan dan kau memiliki berbagai banyak cerita.Suka maupun duka .Dimana kau bisa bercerita dan berbagi apa saja dengan orang-orang yang sebelumnya tidak kau sangka menjadi salah satu bagian dari hari-harimu. Bersenda gurau dan mengeluh ina inu tentang hari-hari perkuliahan yang penat dan menjemukan, hiruk pikuk rutinitas himpunan, seputar percintaan dan odo’odo’ baru , keluhan mengenai kosan dan uang yang habis sebelum akhir bulan,atau tentang apa saja. Orang-orang yang awalnya biasa-biasa saja bahkan menjadi tahu kebiasaanmu diluar kau mengenal dirimu sendiri .Baik atau buruk sekalipun. Kau tidur dengan gaya ‘sleeping beauty’ ,ngupil ,tidak mandi ( ini banyak ditemukan di himpunan) bukanlah menjadi suatu momok yang memalukan dan ditutup-tutupi. Orang-orang yang mengerti dikala raut wajahmu bermuka masam,lalu menepuk pundakmu dan berkata “Kenapa ko? Ada apa?...“. Orang-orang yang juga turut merayakan kebagaiaanmu dan berbagi bersama –sama.

HIMAHI adalah tempat dimana kau menjadi adanya dirimu dan menerima adanya orang-orang yang bersamamu pula. Baik atau buruknya.Lebih atau kurangnya. Dengan berbagai latar belakang keluarga dan kehidupan yang berbeda. Kau tidak harus berpura-pura atau tampil menjadi setingkat lebih baik atau unggul .Tak ada sekat . Tak ada sungkan dan enggan. RumaHI adalah tempat dimana kau bisa bercerita dan berbagi mengenai mimpi dan harapan yang kelak akan menjadi tempat dimana kau bisa kembali .Tempatmu kembali meneguk kenangan

Yah,itulah HIMAHI .Sesederhana itu....

“HIMAHI. Cerita yang tidak pernah habis.Cerita yang selalu kau ulang-ulang meski terdengar bosan namun selalu menjadi bahan perbincangan seru dan selalu tinggal dan tetap dalam ‘ingatan’. Ingatan yang kembali memutar pada kejadian yang sama,tempat yang sama dan dengan orang-orang yang sama yang masing-masing membawa warna berbeda. HIMAHI menjadi pengingat yang baik dikala akhirnya berpisah dan memeluk mimpi masing-masing .Namun hanya ingatan yang sama yang membuatnya satu dalam ikatan..
HIMAHI. Demikian layaknya  semacam kisah yang sama-sama kita simpan dalam album yang sama. Meski dalam potret dan moment yang berbeda. Namun cukup satu wadah yang membuatnya utuh,yaitu kita. HIMAHI...
Selamat Ulang Tahun , Semoga Umur Panjang..semoga regenerasi mu mampu mengkokohkan pondasi rumahmu “

,
- Siti Meuthia Nurfadilah -

Jumat, 31 Mei 2013

Keceriaan Makassar Educa(u)tion Fest

 





Saya mengikuti festival ini, sekitar november tahun lalu. Sebuah festival yang mengikutsertakan anak-anak dan beberapa komunitas yang bergelut tentang anak-anak dan pendidikan. Acara ini diselenggarakan di gedung kesenian. Dan, oh saya merasa senang, baru pertama kali saya menginjak tempat ini. Padahal saya sudah lama tinggal dikota ini. Saya salah satu yang berkesempatan turut berpartisipasi dalam acara itu. Unit Kegiatan Himpunan (UKH ) SekolaHI yang saya gawangi  ikut serta membuka lapak. Pagi-pagi saya , Kak Ikki, Kak Mega dan Siska (mungkin) peserta pertama yang datang mendekor lapak pada hari itu, saking semangatnya, Hihi.
Ada balok-balok kubus yang berletter SEKOLAHI yang sudah dua hari yang lalu saya buat, yang susahnya saya susun dengan baik, tapi ternyata roboh juga. Ada lukisan-lukisan artistik fendy yang sudah tertempel dengan apik, ada hiasan origami yang bergelantungan  dan semarak balon warna-warni yang semalamnya telah ditiup oleh kak Ridho kini telah menari-menari . Sementara itu, kak Ikki mulai menyusun buku-buku didepan lapak.

Matahari makin meninggi, kini mulai banyak komunitas-komunitas lain yang datang membuka lapak. Anak-anak kecil pun mulai ramai berdatangan. Kebanyakan mereka anak-anak didikan dari komunitas tersebut yamg akan tampil menghibur di acara nanti. Disamping lapak kami, ada ada TK  Cakrawala. Mulanya mereka tampak malu-malu. Tapi perlahan,mereka mulai tertarik ke lapak kami.

Masih teringat di ingatan saya, ada anak perempuan kecil yang memanggil saya " ibu guru " ketika saya tengah menemani mereka mewarnai. " ibu, ini gambarku ",  ujarnya dengan muka sumringah.
Kontan saya tertawa, haha. Kak Inna yang ada didekat saya juga ikut tertawa.

Ada juga anak laki-laki yang tidak berhenti bertanya pada saya ,tentang buku ensiklopedia dinosaurus yang tengah dia baca, tepatnya yang ia perhatikan gambar-gambarnya.
"kak, kenapa kakinya ada empat? kak, kenapa lehernya panjang? kak, kenapa yang itu tinggal di air? kak, kenapa yang itu punya sayap?"
Saya tahu kelak, anak ini akan cerdas, hhaha. Tapi anak ini cukup berkesan, ia tak mau beranjak dari pangkuan saya. saya lupa namanya. Saya pun mengajaknya berfoto bersama. Namun, ia tampak malu-malu dan menunduk ketika berfoto

Ah, hari itu sangat berkesan. Anak-anak TK Cakrawala yang aktif dan ceria. Saya berada dalam jiwa mereka 15 tahun yang lalu, ketika saya seusia mereka . Senang bermain bersama mereka :)


Minggu, 13 Januari 2013

NAIF Concert

HOLA! Ini adalah postingan pertama saya di tahun 2013!
Disini saya ingin flashback dan sekedar berbagi tentang kenang-kenangan saya yang gak bakal saya lupakan di tahun 2012 [ haha,penting banget ga sih? =,= ]
yuk,cekidoooott~

10 November 2012  ..
NAIF! Akhirnya saya bisa nonton konser band favorit sayaa .!!
Awalnya sangat dadakan dan penuh kenekatan. Kenapa? Karena saya baru kali ini nonton konser dan baru tahu semalam sebelumnya. Mulanya saya ragu bakal nonton atau tidak, karena sangat tidak akan mungkin mama saya mengizinkan saya. Oke, untuk hari ini Tuhan..Maafkan saya telah berbohong kepada Mama T__T . Dengan berbagai alasan, saya langsung ngibrit dari rumah dari siang, karena saya harus mengikuti rapat dulu dikampus [ rajin banget ga sih datang dikampus saat weekend? ]
Awalnya ,Saya janjian untuk nonton konser bersama-sama dengan teman dan senior kampus, namun karena ada yang membatalkan untuk ikut jadi saya hanya ditemani oleh dua orang kawan senior kampus Kebayang tidak?Untuk pertama kalinya saya nonton konser bersama dua cowok , DUA cowok di saat yang bersamaan di malam minggu! haha.. [oke, lupakan tentang dengan siapa saya di malam itu ]
Di tiket, konser NAIF  akan dimulai pada pukul 19.30. Tapi ternyata eh tenryata, saya harus menunggu sampai jam 11 malam. perasaaan saya mulai kocar -kacir, mengingat mama yang super duper over protektif yang sedari tadi menghubungi saya .Mungkin karena melihat kegelisahan saya, senior yang duduk disamping mencoba untuk menenangkan saya, " hubungi macemu mu, bilang jam berapa kau pulang biar nda khawatir tunggu ko". Dengan muka yang agak meringis ,saya mengangguk dan langsung mengirim sms kepada mama. Fyiuh,akhirnya saya lega. setidaknya beliau tidak membalas dengan nada kemarahan dan curiga.
Sebelum akhirnya David,dkk tampil di panggung, ada penampilan dua band grup indie Makassar. Yah, cukup menghibur saya yang sudah cukup suntuk dan gregetan menunggu NAIF yang belum tampil juga.

Daaaaan.. Teng! Jam 11. David yang tampak dengan kaos putih langsung menggebrak panggung dengan lagu  'cuek'nya. Saya yang sudah kepalang girang langsung joget-joget retro ! Haha sebodo teuing dah sama senior saya yang cuma duduk kalem disamping saya. Entah menertawakan saya dalam hati atau emang lagi sakit gigi dan malaes gerak. Wong, ini konser toh , haha sah-sah aja kan menurut saya. wkwkw.Malam itu NAIF membawakan beberapa lagu  dari album Planet Cinta, Televisi, Let's Go, Retropolis dan Tiik Cerah. Diantaranya ada Karena Kamu Cuma Satu ( ihiy >,<) , Air dan Api, Dia adalah pusaka sejuta umat manusia yang ada di seluruh dunia, Pikinik 72, Mobil balap, Curi-curi pandang, Benci Untuk Mencinta, dan lagu hits lainnya.

Lapangan basket Karebosi cukup diguncang oleh NAIF yang [sebenarnya ga rela ] cuma tampil satu jam-an. Tapi yang jelas, SAYA SENEEEEEEEENG BANGEEEET!!.  Ga peduli badan saya lengket karena keringetan, Ga peduli muka saya minyakan dan awut-awutan,ga peduli saya teriak-teriak norak pas david buka baju, ga peduli saya joget-joget ga jelas, ga peduli si senior yang [ mungkin] menertawai kenorakan saya. Yang jelas saya seneng banget malam itu.
Meskipun keinginan untuk foto bareng naif di backstage ga kesampaian, yang penting saya cukup puas dengan penampilannya .
10-11-12, tanggal cantik yang ga bakal saya lupakan, malam yang akan selalu saya ingat ! :)



 [ i'm with stage background]

[ I'm in the crowded of NAIF Concert ]

Sabtu, 22 September 2012

Makassar Maghrib...

     Jam menunjukkan pukul lima lewat empat puluh lima, hiruk pikuk kendaraan makin padat. Kendaraan roda dua makin menyusup jalan diantara truk, mobil dan puluhan angkutan umum.Kendaraan roda empat pun tak mau kalah, saling beradu klakson bagi kendaraan apa saja yang menghalangi jalannya.

     Penuh peluh dan kebosanan..Yah,seperti itu lah. Semuanya ingin cepat pulang merebahkan kepenatan akan aktivitas yang cukup memeras badan hari ini.
Aku berdiri di sisi jalan menunggu angkutan umum yang ingin kutumpangi menuju pulang. Aku segera melambaikan tangan ketika pete-pete dengan aksen biru muda dan pink yang sudah muncul di ambang jalan.
Aku melihat sekilas penumpang didalamnya, yah..cukup penuh. Namun ,masih bisa menyempitkan diri diantara sesakan macam-macam keringat . Mau diapa lagi, waktu sudah maghrib.Aku ingin cepat pulang.. pamali katanya kalau maghrib belum ada dirumah. Tiba-tiba aku teringat pada masa kecilku, ketika aku sedang girangnya  bermain dengan anak tetangga dan sejenak saja langsung disuruh pulang ke rumah. Tak jarang mendapat omelan ,karena keasyikan lupa waktu tatkala sore sudah mulai gelap.

       Aku memperbaiki posisi dudukku diantara himpitan para penumpang-penumpang lain. Iseng saja, aku mulai memperhatikan gerak -gerik dan penampilan mereka. Yang duduk di hadapanku, seorang wanita. Tampaknya pegawai bank atau karyawati swasta. Kelihatan dari busana seragam biru tuanya yang dipadu padankan dengan rok mini hitam. Mukanya tampak lelah ,meski polesan make up dan sanggulan rambutnya masih tertata dengan baik. Dia masih mending, daripada lelaki yang duduk paling sudut belakang. Saking kelelahannya,ia tertidur dengan pulas dengan ganjalan lengan kirinya sebagai sanggahan kepalanya. Dari penampilannya tampaknya seorang mahasiswa, seperti ku. Mungkin dua tingkat di atasku. Ibu-ibu berbaju dinas yang duduk disampingku tak kalah capeknya , dua kantong putih besar berisi belanjaan ia genggam di depannya. Ia pasti sangat kelelahan, selain menjadi pegawai negeri sipil ia juga merupakan seorang ibu rumah tangga. Bisa ku tebak dari isi belanjaannya yang merupakan produk-produk khas kebutuhan rumah tangga, sebut saja susu instan , bumbu penyedap ,minyak goreng dan lain sebagainya dan seterusnya.

    Tak jauh beda dengan anak SMA yang berada disamping kiri ku, tangan kirinya memegang tumpukan dua buku pelajaran diatas pahanya sedangkan tangan kanannya sibuk memijit tombol hape. Sepertinya dia sedang asyik BBMan . Dibalik kelelahannya ia menyibukkan diri dengan bergadget ria,walau dari tampilannya begitu kucel dan kusut. Rambut panjangnya tampak lepek dan berbau keringat. Semuanya gerah ,letih dan dilanda kebosanan. Tidak ada semburat wajah ceria dan kegembiraan. Lesu dan tidak bersemengat.

      Supir pete-pete rupanya tak kalah lelahnya. Ia mengemudi  lebih ngebut dan ketika melihat calon penumpang lain yang melambaikan tangan ,ia langsung mengerem sehingga badan kami, para penumpang , refleks melayang  ke depan.Untung tanganku memegang erat di sisi jok panjang .
Supir pete -pete pun tampaknya ingin juga cepat pulang ke rumah, memberikan sejumput uang receh hasil narik nya hari ini kepada anak istrinya yang sedang kelaparan (mungkin) dan menunggunya di rumah. Tak jarang jika kesabaran mereka hilang, mereka akan membunyikan klakson panjang dengan bunyi yang menurutku  aneh,jika kendaraan yang didepannya tidak maju-maju  atau bahkan meneriakinya  dengan sumpah serapah dengan bahasa yang kurang ku mengerti.

      Ahh..sedari tadi aku hanya memperhatikan orang-orang. Lihat saja diriku ini..Mukaku tampak berminyak dan lesu. Aku cuek saja,  jam segini untuk siapa aku berdandan?toh sampai dirumah akan langsung mandi dan menuntaskan peluh keringat yang menempel lekat di badan. Sungguh tak enak. Badanku serasa ingin rontok. Jadwal kuliah dari pagi sampai sore ditambah embel-embel kegiatan kampus cukup meletihkan badanku, setidaknya kepadatan jadwalku itu telah cukup menyita pikiranku ,sehingga tidak ada ruang lagi untuk memikirkan si dia. Okelah si dia lagi ,seandainya saja ia sudi mengantarku pulang.  Aku mengerti, ia mungkin sedang tak bisa mengantarku pulang seperti biasanya.Ahh sial, dalam suasana begini aku malah mengingatnya lagi.


       Suasana maghrib cukup padat. Hari kian gelap. Lampu-lampu jalan mulai berpendar temaram. Kendaraan mulai hilir mudik menyesaki jalanan yang kian padat. Warung-warung di pinggir jalan ada yang mulai menutup gulungan terpalnya ada pula yang baru buka dan menyalakan lampu kecilnya.Alunan lagu yang diputar sopir pete-pete makin dalam dan syahdu. Makin petang makin lawas nan melayu.
Yah,suasana ini cukup ku menikmati ..Makassar Maghrib..
Aku ingin segera tiba di rumah!


.
 

Meuthia's World Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger