Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Januari 2015

Sajak Dua Dini Hari


 


aku ingin memandangmu sedetik saja
sebelum engkau berbalik dan memunggungiku
jauh..

aku ingin menyentuhmu semenit saja
sebelum engkau menamparkan gelas-gelas kaca ke dalam pikiranku
riuh..

aku ingin  mendekapmu tiga menit saja
jauh ke dalam dadau
sebelum engkau membunuhku
pilu..

aku ingin menciummu, semau yang kamu mau
sebelum engkau tawarkan air racun ke dalam bibirku
sendu...

aku ingin memilikimu selama yang kita bisa
karena tanpa kita
aku bukanlah apa-apa






Jumat, 07 Februari 2014

Jangan Lewat Kedai Kopi

Jangan lewat kedai kopi . . .
Bukannya aku tak suka tempatnya
atau kasir dan pelayannya yang bermuka datar

Jangan lewat kedai kopi . . .
Bukannya aku tak suka bau kaffein yang menguar
atau asap puntung rokok yang mengepul
atau password wifi yang susah diakses
atau para tamu pelanggan yang serakah akan tempat colokan yang penuh dengan charger laptop
ataukah kumpulan simpatisan pendukung partai yang berbincang tak kenal waktu

Jangan lewat kedai kopi . . .
Bukannya aku tak suka minumannya , cola float lah salah satunya yang menjadi favoritku
Bukannya aku tak suka makanannya, walau steak dagingnya terlalu alot
Bukannya harganya terlalu mahal
Bukan . . .

Jangan lewat kedai kopi . . .
Jangan . . .
Aku bilang jangan . . .
Karena. . .
 tempat itu mengingatkan aku pada dirinya . . .


 

Kamis, 29 Agustus 2013

Aku Ingin Kembali Ke Umur Lima Tahun !

Menjadi dewasa itu merumitkan !
seperti terjebak dalam labirin yang membuatmu tak mampu mendapat jalan keluar
alih-alih kau akan terjatuh dalam jurang atau buntu
atau kau masuk pada pintu yang salah
yang hanya memberikanmu kesulitan yang berujung
Lengah hingga terengah, berputar, mencari, ke pintu kanan ke kiri,  pintu kiri ke kanan
Hingga akhirnya kamu temui hanyalah topeng dan kepalsuan
pintu-pintu diciptakan dari dirimu sendiri
labirin itu diciptakan oleh dirimu sendiri


Aku ingin kembali ke umu Lima tahun !
Ketika masalah kerumitan hidup hanyalah persoalan mainan !
Ketika kekuasaan dan kesombongan hanyalah persoalan mainan !
Ketika keegoisan hanyalah hanya karena mainan !
Ketika kejujuran hanyalah karena mainan !
Ketika kebohongan hanyalah karena mainan !
Ketika kesetiaan hanyalah karena mainan !
Ketika kedukaan hanyalah karena persoalan mainan !
Ketika kebahagiaan hanyalah karena persoalan mainan !
Persoalan dan karena rumah-rumahan, boneka, balon, mobil-mobilan, robot-robotan, lego,  bekel, engklak, kelereng, lompat tali, dan segala jenis mainan yang mampu menggoda syarafku


Aku ingin kembali ke umur Lima tahun !
Ketika langit hanya aku yang warnai
Ketika hujan hanya aku menari
Ketika matahari hanya aku yang berani
Ketika malam hanya nyanyian tulus yang menemani
Ketika siang hanya aku yang bebas berkreasi


Tolong ! Siapa Saja !

Kembalikan aku ke umur lima tahun seumur hidup !!!!



Kamis, 06 Juni 2013

Terima kasih , Kau Ada..


Kau ada, diujung pena saat tangan ini ingin bercerita
Kau ada, di udara yang aku hirup dikala pagi menyambut lelap ku
Kau ada, di selip angin malam yang menggelitik telinga dikala malam terasa dingin
Kau ada, di antara garis lengkungan bibirku disaat aku mengenakan baju yang khusus aku pakai untuk bersua denganmu
Kau ada, di selip sol sepatu kesayangan ku dikala kaki ini ingin selalu menuju mu
Kau ada, diantara rembesan titik-titik air hujan di jendela kamarku dikala aku merindukanmu
Kau ada, di antara jejak- jejak di setapak jalan yang selalu kita lewati berdua
Kau ada, di selip bantal tidurku dikala aku peluh pada lelah
Kau ada, di kepala,hati dan bagian dalam diriku
Kau kini ada, sesederhana itu
Terima kasih, kau ada.

Jumat, 31 Mei 2013

Dan dalam diam..

 




Ada yang diam-diam..
Menelusuri hariku yang dulu kelam
Menaruh hati pada yang hitam

Ada yang diam-diam..
Menyebut namaku pelan-pelan
yang mungkin tak kudengar
Tak sempat kubaca
Mungkin karena aku terlalu hirau
pada diriku yang masih risau

Ada yang diam-diam..
Menitip warna pada hariku yang abu-abu
persis warna tirai jendelaku yang tak kucuci sebulan yang lalu
aku menyingkap perlahan, matahari menusuk dinding kamarku yang telah lama dingin
ternyata ada kau disana bersembunyi
menatapku diam-diam

Kini usahlah berdiam
Kau kini ada
Karena dalam diam ini
Aku tahu
ada suaramu yang mulai mengetuk hatiku perlahan...




Jumat, 03 Mei 2013

Labirin

Aku bingung
Seperti terperangkap dalam labirin yang tidak berujung
Aku linglung
Seperti bapak tua yang pikun mencari jalan pulang kerumah

Ahh rasanya ingin menutup telinga saja
Semuanya hingar bingar
Larut dalam hiruk pikuk duniawi
Terjerembab pada jaring laba-laba yang persis disudut langit-langit kamarku

Ataukah aku ingin menutup mataku saja?
Kulihat sisi kiri dan kanan sama saja

Semuanya berubah
tumpah ruah



Atau aku mesti diam?
kulihat mereka makin mengonggong
Sepertinya pilu...
bagai suara yang lamat-lamat kudengar tiap malam ketika aku masih kecil yang meringkik ketakutan dalam selimut


Aku masih terjerembab dalam labirin ini
Aku bisu
Diam
Begitu banyak yang bercokol dalam pikiranku
aku gusar
Tak tahu harus kemana
....
yang kutahu
Aku masih berpijak disini

Minggu, 11 November 2012

Aku,Hujan dan November





Kali ini aku pulang sendiri (lagi)
Setiap hari..
Tapi kali ini beda, hujan sore hari telah membasahi pikiranku
Mungkin juga hatiku..

Aku hanya duduk termangu menatap rembesan titik air yang berembun di kaca angkot yang tadi kutumpangi..

Aku Kosong..

Entah aku di atmosfer planet apa, sehingga aku diteriaki penjual gorengan karena aku lupa mengambil uang kembalian.
Apakah yang sedari tadi kupikirkan?
Aku tak sengaja menginjak lubang air yang becek tergenang air.
Aku melangkah dengan ringan..
Sangat ringan..
Sebentar lagi kosong ,tak ada berat..
Aku ingat sekarang,
Hujan mengingatkanku bahwa sepanjang jalan ini pernah ada bayangan kita.
Ah tidak,maksudku bayanganmu..
Yah bayanganmu..
Aku ingin hujan deras turun.
Sangat deras..
Agar segala bayanganmu di setiap ruas jalan yang kulewati tidak ada lagi
Tidak akan ada lagi..

(Makassar, 4 November 2012)




Minggu, 28 Oktober 2012

Tanpamu

Aku baru saja tiba didanau kita.
Namun sejenak aku sadar
Ada yang kurang, sayang.
Aku pergi sendiri dengan kakiku.
Biasanya diakhir pekan, kita akan mendayung perahu ini bersama hingga tepian danau dan menikmati jingga berdua
Kini aku mendayungnya sendiri hingga tepian tanpamu
Hebat bukan?
Biasanya aku lelah di tengah hingga terengah, hingga hanya dirimu yang meneruskannya dan membiarkanku 
duduk selonjoran sembari memercikkan air diwajahmu dengan gaya menggoda.
Kini, ku tiba ditepian
Ternyata danau ini cukup luas untuk aku seberangi seorang diri.
Kau tahu sayang?
Aku cukup hebat tanpamu..




Kamis, 27 September 2012

Diammu Benciku

Yah, seperti ini.
bisu dan saling memunggungi
Tak ada kata, tak ada sapa..
Kau dijalanmu, Aku dijalanku
menapaki jalan yang  berbeda
Berlawanan arah

Aku tahu kau masih disana
Kamu pun tahu aku masih disini
mungkin kita bertemu dalam pikiran
menyadari bahwa kesepian ini saling mencumbu
namun tidak dengan  hatiku

Aku benci diammu..
Kau sesungguhnya dalam kepura-puraan
atau memang tiada peduli
membeku dan menungguku  mencairkannya?
Tidak..Aku benci itu
Sekali lagi,aku bukan pelayan hatimu

Mungkin lebih baik begini
Berjalan sendiri-sendiri
Tanpaku
dan ...
Tanpamu..
Biar kamu mengerti apa artinya "kehilangan..."







Senin, 24 September 2012

TITIK (tanpa) KOMA




Ketika titik memunculkan tanda tanya
dan kata yang terpendam. diam.
 hanya ada dentingan nafas yang memantul pada tembok berpucatkan pasi. senyap.
 Debar jantung melebur sepi
 dan deru nafas kian menggigit, memori itu kembali merayap seperti laba-laba yg menari di sudut langit-langit.
 Kita larut dalam kubangan kenangan. Bersama bayang masa silam. Seseorang yang datang dari masa lalu.
 Pilu . sepertinya perasaan ini khas. Aku masih ingat bayangan dirimu yg perlahan bergerak..makin jauh..dan hilang.
Lebur bersama desau angin. yang tertinggal hanya jejak kenangan. Luruh.
 dan tiba-tiba kau memintaku untuk memungutnya lagi, sejumput kenangan yg tak ingin aku ingat lagi.
Arghh...
 Namun bayangmu datang lagi
Mencumbu ruang pikiranku ,menggigit memori masa lalu yang lambat laun muncul satu per satu..
Sepeda ontel dan senyummu disaat jingga terakhir waktu itu masih terekam jelas..
sangat jelas..
Hingga hatiku tertegun
Ada bisikan disana
Aku tak tahu pasti gaungnya,
Namun yang sempat terdengar hanya
"yah..aku masih mecintaimu "

Ya, kata itu yang selalu kau ucapkan. Setelah berkali-kali kau pergi. Dan kembali lagi. Ya, berkali-kali.
 Hingga tak habis malam mencumbu bayangmu.
 Bisakah sejenak saja? Aku lelah 
Apalah artinya cinta pada bayangan
Enyah saja!
Aku ingin belajar menjadi sepi. Tanpa bayang dan ilusi.
 Biarkan aku disini
Berkawan malam berpagut pada waktu 
Dengan titik tanpa koma





Sabtu, 02 Juni 2012

Tetes-Tetes Hujan...

Lampu  jalan masih memendar cahaya khas yang sayu ,kala kulihat dari bilik kamar..
Sepi dan Dingin..
Suasana diluar masih lembap,kala hujan telah tumpah ruah memberikan nikmat pada tanah yang haus..

Sementara aku masih menghitung,detik demi detik dari jarum jam yang terus menggelitik dinding kamarku..
Tik..Tik..Tik...
Seperti nada tetes hujan yang kini masih menempel di kaca jendela..
Seolah membawaku pada masa lalu, membawaku pada titik pertanyaan yang berbisik dalam hati
Perasaanku langsung terenyuh..Sepertinya sakit ini khas..
Tetes-tetes hujan mengingatkanku pada sesuatu..
Entah..
Aku berpikir keras mengingatnya,namun nihil..

Cahaya lampu jalan yang khas masih berpendar ..
Bau lembap dan hawa dingin masih jelas terasa hingga rusuk 
Suasana ini terbawa pada perasaan masa lalu,
Saat tetes -tetes hujan ini  terasa pilu..

Tetes-tetes hujan yang menempel dikaca jendela..
mengingatkanku pada kerinduan dan penantian ..
Tiap titik tetesannya seolah  berbicara, tak usah kau nanti
Ia terlalu semu untuk kembali

Yah, Tetes-tetes hujan itu berbicara...
bahwa aku sendiri disini.......



Kamis, 05 April 2012

Tanyaku Abadi..




 Aku tertegun saat seseorang  meyakinkanku pada sebuah harapan yang masih semu..
Menetapkan pada satu-satunya pilihan yang akan menjadi 'tujuan'
Aku masih bertanya pada angin..
Apakah keabadian itu ?

Toh..,
Salah satu dari kita akan pergi dan tetap tinggal..
Menitipkan kenangan pada jiwa yang sendu
Lalu menyepi,  dan memeluk sepi..
Meneguk nafas yang masih tersimpan dalam ujung nadi yang terlanjur kau ikat
Sementara awan hanya melambai pedih,menatap mataku yang nanar mencari jiwa yang hilang

Pada akhirnya ucapan itu semu..
Kebahagiaan tidak mengenggammu hingga akhir
Lorong sepi akan ada dihadapanku dan menuntunku,bahwa masih ada jalan yang akan ku tatih sendiri
Mungkin jalan untuk bersama menuju kekekalan... 
atau mungkin kita memang harus sampai disini
Entahlah..

Aku masih sangsi pada keabadiaan ..
Karena suatu saat, aku  tak bisa memelukmu selamanya.
Memberimu kepedihan seolah lupa manis itu pernah ada...
Membuncahkan mendung dimatamu,lalu jari demi jariku perlahan lepas dari eratanmu
dan mata tak saling beradu lagi dalam pagi
yang ada hanya tinggal hening dan menyapa pergi..






Rabu, 29 Februari 2012

ENYAH...

Mungkin tuhan akan murka..
atau mulut-mulut akan mengcibir dan merutuki..
tapi kebencianku akan tetap sama...

Bisa saja abadi..
Menghapus semua memori yang terlanjur menggigit.
Menggeser ruang yang pernah hangat 

Berkali-kali tetap sama
Silahkan enyah saja dari kehidupanku..
Toh...kehidupanku akan sama , akan tetap berlanjut
Ada dan tiada, akan tetap sama meski parasit masih mencumbuku

ENYAH!
Aku masih ingat kata-kata itu..
Bahkan terlalu prestisius bila dibandingkan dengan santapan anjing
Sulit untuk bisa ikhlas..
Ikhlas melupakan sorotan matamu
Ikhlas melupakan buaian sarkasme mu..
Ikhlas melupakan tanda kenanganmu..

Apapun yang kau lakukan untuk mengembalikan manis yang terlanjur ditelan
Perlakuanku akan tetap sama
Perkataanku akan tetap sama..

ENYAH DARI KEHIDUPANKU....!!!

Rabu, 09 November 2011

SULIT...


Jika ditanya, apa yang sedang kau pikirkan?Apa yang sedang kau rasakan? Aku akan menjawab pikiranku sulit sekarang, perasaan ku pun tak kalah sulitnya.
Aku mencoba  memecahkan kata sulit, sampai harus mendengar begitu banyak kata-kata sulit. Ternyata, sulit itu makin dipersulit dan mempersulit diriku saja
Aku semakin larut dalam pikiranku yang sulit ini, ternyata sulit itu masih sulit berkata mudah.
Aku pun semakin mendalami perasaanku dan larut dalam tanya yang begitu sulit…
Semakin dalam..semakin sulit

Di dalam pikiranku yang sulit ini, tiba-tiba aku menemukan sesuatu. Nikmat itu menjadikan sulit, Sulit itu akan menjadi nikmat

Aku semakin bermain-main dengan kata-kata sulit..Waktu  pun menjadi serasa sulit dan malah makin mempersulitku saja. Aku banyak membuang waktu hanya untuk memecahkan kata sulit menjadi mudah.
Aku berusaha meminta& memohon kepada sumber jawabannya, namun kata mudah masih urung kutemukan

Dalam perasaan yang sulit ini, aku bertanya…sebegitu sulitkah sehingga sulit begitu sulit untuk diubah menjadi mudah?

Hahhh…dalam keadaan sulit,aku menghela nafas
Semuanya makin mempersulitku saja
Yah,memang aku memang suka mudahnya saja, sehingga saat sesulit pun membuatku begitu  pelik.
Aku ingin mudahnya saja, sehingga aku hanya ingin menghindari sulit yang justru malah mempersulitku

Aku semakin sulit saja dalam keadaan sulit ini. Biarkan kunikmati dulu sulit ini dalam nikmat, hingga sulit itu menjadi kenikmatanku tersendiri
 

Meuthia's World Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger